Minggu berat.
Cepat berlalu, tapi berat.
Serius deh,
kalau sampai seorang El dua minggu tidak mengetik apapun itu artinya ia sudah
mengalami hal buruk. Dan hal buruk yang bisa diterima seorang El adalah
kenyataan bahwa menjadi anak kelas dua belas itu:
1.
Sibuk dengan tugas
2.
Penuh ulangan (dan itu artinya juga penuh
remidi. Hidup.)
3.
Pulang malam
4.
Cinta yang kandas (?)
5.
Joki.
Jadi detilnya,
Selasa aku ulangan fisika. Rabu lalu guru bahasa Indonesia kesayangan sejuta
umat memberikan tugas yang tidak tanggung-tanggung banyaknya. Ditambah guru
bahasa Inggris yang selalu sok asyik memberi tugas berlembar-lembar, dan guru
bahasa Jepangku yang rada’ pervert
menyatakan bahwa aku harus remidi. Kamis ulangan kimia. Jepang free, dan sabtunya hari deadline tugas integral luas dan volume
yang sulitnya setengah mati.
Minggu berat.
Ditambah PMS,
minggu ini menjadi jauh lebih berat lagi. Rasanya aku ingin marah pada semua
orang. Bahkan minggu ini sudah tidak terhitung berapa kali aku jahat pada Atha.
Tapi dia juga jahat sih. Saat aku sedang
pusing-pusingnya dengan tugas kelompok dia malah... berencana nonton Insidious
2 dengan teman-lain-kelas-nya.
Jelas waktu dia
bertanya, “El, tugasku apa?”
Dengan jutek
aku menjawab, “cari video.”
“Oh, oke. Aku
pulang ya.”
“Terserah.” Bisikku tajam, mengancam, dan
tidak mau beralih dari powerpoint yang
sedang kususun.
Sayangnya Atha
kurang peka, atau mungkin Atha berpikir lebih baik dia menjauh daripada aku
meledak,
Atau mungkin
dia sebegitu inginnya nonton Insidious 2. Aku juga, sebenarnya. Tapi aku tidak
punya uang. Pengeluaran sialan...
Ambil sisi
baiknya. Pulang sekolah kemarin aku dan Ganesha keluar berdua meskipun cuma 10
menit. Dan meskipun kami tak ‘sama’ lagi. Well,
cerita itu lain kali saja.
Karena malam
ini aku sedang geram-geramnya dengan joki.
***