Hari
#21, 3 Januari 2013
Dear orang-orang yang twitternya aku follow,
Selamat ya! Kalian mendapat surat cinta dari seorang stalker setia. Yah,
hobiku memang mengamati gerak-gerik kalian di twitter lalu memberi pertanda
‘samar’ tentang TL kalian. Atau jika aku mulai merasa ada yang tidak beres, aku
akan ‘menyapa’ kalian dengan ‘ramah’.
Oke, sebelumnya aku ingin menggolongkan kalian dalam 3 kelompok:
1.
Aku follow sebagai teman. Kalau sudah masuk
sini, aku pasti kenal orangnya.
2.
Aku follow sebagai imbas ‘followback ya qaqa’.
Biasanya orang-orang tidak dikenal.
3.
Aku follow sebagai dambaan hati. Contoh: Kak
Adel.
Nah, sebagai stalker,
pastinya aku sering #nomention atau #kode kalian. Dalam hati sebenarnya aku
berharap paling tidak kalian merasa, atau semacam itulah.
Eh ternyata, orang yang
aku #nomention atau #kode pun dibagi menjadi beberapa kelompok:
1.
Peka, merasa, dan memberi respon positif. Tipe-tipe
model seperti ini jarang sekali aku temui di TL.
2.
Peka, merasa, dan memberi respon negatif.
Tipe-tipe beginilah pemicu twitwar. Alhamdulillah aku jarang mendapat tipe-tipe
seperti ini.
3.
Peka, cuek. Tipe ini biasanya mengagung-agungkan
‘kalau nggak suka unfol aja’. Kalau sudah begini biasanya aku langsung dilema.
4.
Tidak peka, cuek. Disindir tidak disindir tetap
saja nge-tweet aneh.
5.
Tidak peka dan saking tidak pekanya sampai
membuatku ingin membelikannya cermin raksasa. Tipe ini paling konyol—paling
bikin geregetan juga sih. Biasanya sih tipe orang seperti ini malah meng-qoute
tweet kode yang ditujukan untuknya dengan pernyataan, “hih siapa tuh? Nyebelin
banget orangnya! Unfol aja.”
Following-ku memang aneh-aneh.
Mungkin saat kalian
membaca ini kalian akan beranggapan “hih stalker! Pengecut banget pake
nomention sama kode segala! Kalo emang nggak suka ngomong langsung kek!”
Well, aku pernah mencoba
hal itu tetapi tidak memberikan efek bagus.
Jadi begini, sebenarnya
yang aku ingin tekankan adalah:
Twitter adalah social
media. Jangan terlalu mengumbar-umbar masalahmu di dalamnya. Ingat, privasi
juga ada batasannya.
“Be yourself” memang
konsep bagus sih. Tetapi juga ada batasannya. Kalau personality-mu mengganggu
orang lain ya seharusnya diminimalisir. Ingat, kita ini makhluk sosial. Punya
twitter juga merupakan salah satu usaha kita untuk meningkatkan interaksi
sosial kita dengan individu lain. Jadi seharusnya kita harus bisa membawa diri
agar dihormati orang lain.
Terakhir, aku ingin
menekankan bahwa ini benar-benar surat cinta. Surat cinta kok. Selama aku belum
meng-klik tomblo unfollow, artinya aku masih menunggu-nunggu tweet kalian
muncul di TL-ku. Tenang saja, aku mencintai kalian.
Yang paling terakhir,
tolong jangan suruh saya unfollow kalian. Nanti saya dilema...
Salam
cinta,
Followers