Tuesday, 4 December 2012

Dedicated To You, Who Almost Be A Winner


Untuk kamu, yang sedang jenuh, nun jauh di sana.
Jarak membuat kita kesulitan tuk saling menyemangati seperti dua tahun lalu. Nasib membuat hati kita tak sedekat dua tahun lalu. Cuaca membuat senyum kita tak sama dengan dua tahun lalu.
Namun di sini, jauuuuh dari pandangan matamu, jauuuuh dan hanya terhubung oleh sinyal handphone, aku berbisik pada Tuhan tuk selalu mengingatkanmu tuk berusaha dan berserah.
 Mungkin akan susah tuk kupahami kerumitan di hidupmu.
Tetapi bukannya kau juga tak bisa memahami kerumitan hidupku?
Di tengah-tengah benang kusut yang melilit otak kita, di tengah-tengah lalu-lalang masalah yang meredam suara kita,
Di tengah rumus hitungan farmasi yang sedang kamu hadapi,
Di tengan identitas trigonometri yang mencekikku minta dicarikan solusi,
Aku tahu jauh di atas semua itu kita saling mendoakan. Mendoakan dalam diam. Menengadah tangan dan mendekap seperti sepasang merpati yang berkepak untuk saling melindungi. Menatap sendu pada bulan, saling bertanya kabar lewat cahaya, berusaha merasa dekat dengan melihat bulan yang sama, lalu menutup pintu dan kembali memandang kosong kertas berisi tulisan-tulisan yang membosankan.
Aku tidak tahu bagaimana denganmu. Tapi di sini, tanpa bisa kamu lihat, kuiringi tiap titi kecil langkahmu menuju masa depan; menuju lautan kristal.
Dan demi Tuhan, tak semudah itu berjejer-jejer dengan kristal. Sakitmu, jatuhmu, bangkitmu, lelahmu, hidupmu, aku.
Aku yang hanya bisa mengamatimu, mengagumi setiap detil liuk tubuhmu saat berjalan, bersorak dalam diam saat kamu tertawa, menangis tanpa suara saat kamu merenung.
Sesimpel itu caraku mengiringimu.
Lalu kamu?
Free Mustache Blue - Pointer Cursors at www.totallyfreecursors.com