Sunday, 9 September 2012

Konfirmasi aja sih. Nggak dibaca juga noprob ._.


Hmm... jadi gini.
Ada yang bilang aku niru blog-nya dwitasari. Awalnya aku cegek. Hah? Dwitasari? Sopo maneh iku -_-
Well, aku tau dia ngeksis di twitter sama punya akun soundcloud yang dia pajang di web twitternya. Terus aku penasaran. Terus aku googling. Terus aku nemu blog-nya dwitasari. Terus aku klik. Dan ternyata, emang isinya sastra sastra yang (pastinya lah, hellooo???) jauh lebih bagus daripada punyaku. Ya. Hidup emang nggak adil.
Tapi konfirmasi aja nih aku sama sekali nggak ada niat buat niru gaya nulisnya dwitasari, atau siapapun. Satu-satunya inspirasiku buat nulis itu Aoyama Gosho. Iya sih dia emang mangaka. Tapi bodo amat! Pokoknya aku suka nulis gara-gara papa Aoyama Gosho. Titik.
Satu lagi, aku bikin gulajawadua ini sebelum tau dwitasari ._. iya sih aku tau aku kamseupil iyuwh. Tapi kan aku browsing biasanya buat twitteran, pesbukan, blogging, ato semacamnya. Bukan buat nyari-nyari blog orang -_- jadi aku bener-bener nggak ada niat buat plagiat gayanya dwitasari si blogger terkenal itu. Dibilang plagiat aja aku nggak pantes. Yonek aku uoke ngono -_- pokoknya nggak ada niat plagiat apapun. Titik.
The last but not least, ini blog sebenernya buat tugas TIK. Jadi aku bikin blog bukan buat ngeksis -_- nanti kalo tugas TIK selesai mungkin blog ini juga selesai. Pengennya sih enggak, tapi gatau lagi -_- intinya gitu.
Oke makasih udah baca ini J makasih juga kalo udah baca all of gulajawadua =)) sori Cuma bisa bikin ribut L bye~

Kata Mereka, Aku Mencintai Orang yang Salah


Kata mereka, mencintaimu adalah suatu kesalahan. Tapi lebih bersalah mana, mencintai orang yang salah atau menyalahkan orang yang mencintai?
Karena terkadang, kebenaran itu mulai tabu.
Mereka berkata aku buta karena mencintaimu; tapi aku berkata pada mereka kalau merekalah yang salah menilaimu.
Mungkin karena silaumu membutakanku.
Atau mungkin karena mereka benar-benar salah menilaimu.
***
Seperti lagu, baik itu relatif. Ya, mungkin ini jawaban yang paling tepat.
Aku mencintaimu karena kau membutakanku dengan pesonamu, menutupiku tentang burukmu.
Salahkah?
***
Seperti lagu, baik itu tergantung dari sudut pandang. Ini juga jawaban yang lumayan.
Aku melihatmu, aku melihat matamu, aku temukan damai di sana. Tapi aku belum melihat dari sisi yang sama dengan mereka; yang berkata bahwa kau bukan untukku.
Salahkah?
***
Seperti lagu, baik itu sulit.
Aku tak bisa memaksamu jadi sempurna. Sama seperti kau yang menekanku bahwa denganku yang seperti inipun kau baik-baik saja.
Mungkin kita harus lebih saling memahami.
Atau mungkin mereka yang harus mengenalmu lebih jauh.
Atau mungkin  aku yang harus mengenalmu lebih jauh.
***
Beri satu alasan jelas mengapa aku tidak boleh mencintaimu. Aku tidak akan lagi mencintaimu.
***
Tuhan, beri aku satu jam saja untuk mengenalnya tanpa atas nama perasaan. Tunjukkan padaku satu saja mengapa mereka menganggapku salah.
Aku akan berhenti kalau aku cukup punya alasan.
Karena cinta bukan hanya dari sisi baik saja. Kan?
Free Mustache Blue - Pointer Cursors at www.totallyfreecursors.com