Sunday, 14 October 2012

The Tale of Hoam Kingdom -13. Back to Black World


Aku menatap Dina tanpa percaya.
“Mengapa diam saja? LARI!”
Bodoh. Mana bisa aku meninggalkan dia sendirian?
Tiba-tiba pengawal yang disekap Dina menyentak begitu keras melebihi tenaga Dina untuk menahan. Otomatis ia nyaris terjengkang jauh. Lalu kedua pengawal itu segera menyekapku lagi dan Bibi Shab. Kekuatanku sudah terlalu sedikit untuk melawan.
“Mundur, kalau tidak ingin dua orang ini kami lukai!” aku merasakah sentuhan ujung tajam pisau yang dingin nyaris menembus kulit leherku. Kini menelan ludah pun aku tak sanggup.
“Apa sih yang kalian inginkan dari dia?” Dina bertanya seakan pengawal-pengawal brengsek ini adalah teman lamanya, “kalian bisa mendapatkan yang lebih banyak darinya tanpa perlu bekerja keras menjaga penjara lagi kalau kalian mau. Hanya dengan sedikit mengancamnya kan? Dia terlalu lemah untuk melawan.”
Aku diam saja dihina seperti itu. Kedua pengawal itu berpandangan.
“Apa sih yang bisa kalian dapatkan dari kerajaan Salju? Hanya emas dan perak sedikit, dan pekerjaan kalian nyaris 24 jam. Setimpalkah? Gunakan otak kalian!”
Hening lagi.
“Kezia, kalau mereka membebaskanmu, kau sanggup kan membayar mereka seumur hidup?” Dina bertanya santai. Untung aku tidak terlalu bodoh sehingga sanggup mengikuti alur mainnya.
“Te, tentu.” Jika kerajaanku bisa bertahan, tentunya.
“Dengar kan? Sekarang gunakan otak kalian. Solidaritas? Bisakah kalian makan hanya dengan solidaritas? Pikir!”
Aku merasakah sentuhan ujung pisau itu lebih longgar. Ah... ia lengah.
“SEKARANG!”
Free Mustache Blue - Pointer Cursors at www.totallyfreecursors.com