Tuesday, 7 August 2012

Cupid Jatuh Cinta dan Panah Terakhirnya


Aku cupid, dan ini panah terakhirku.
Aku sudah lama menunggu momen ini; aku bisa melihatmu lebih dekat dan kubuat kau membalas rasaku.
Menjadi cupid membuatku cukup bodoh untuk menutup perasaanku. Lalu aku bertemu denganmu.
Jadi, dengan panah terakhir ini, kubuat kau mencintaiku
Setiap detik terasa berharga…
Aku bersorak-sorak karena tugasku sudah selesai. Aku akan jatuh cinta! Dan ia akan membalas cintaku.
Kugenggam erat panahku ini. Kan kutancapkan di dadamu, lalu kan kuwujudkan ragaku di depan matamu. Ya, kau akan mencintaiku.
Seperti dongeng, cintaku harus berbalas!
Aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya; waktuku habis untuk melihat orang lain bahagia karena cinta mereka terbalas. Tapi tak ada satupun orang yang berterimakasih padaku. Sudahlah, yang penting ini giliranku.
Kutunggu momen-momen indah ini bertahun-tahun, tanpa kau sadari aku selalu mengikutimu. Tanpa raga, aku memerhatikanmu. Tanpa raga, aku mencintaimu. Bayang semuku selalu mengikuti jejakmu. Panca inderaku selalu mencari kepastian tentang kamu. Sudah kusingkirkan takdir itu; cintamu tak pernah dibalas orang lain. Mengapa? Karena hanya aku yang pantas untukmu. Bukan orang lain.
Kulihat kau mulai melintasiku; masuk ke area sasaran.
Kutarik busur panahku. Aku harus mengenai tepat di jantungmu, tepat di hatimu, lalu kau akan berdebar saat melihatku. Sempurnanya rencanaku. Akulah si cupid yang jatuh cinta dan tak ada orang yang bisa menghalangiku.
Karena cintaku harus dibalas!
Dengan yakin, kupanah hatimu!
Sasaranku tepat. Namun…
Di detik itu, seseorang melewatinya dan menarik perhatian matanya.
Tidak! Jangan! Jangan melihatnya! Kau seharusnya hanya jatuh cinta padaku!
Namun terlambat, kau telah mencintai wanita lain.
………..
Cintaku bertepuk sebelah tangan.
Free Mustache Blue - Pointer Cursors at www.totallyfreecursors.com