Sunday, 8 September 2013
High School Diaries #4: Dia
Pagi ini aku menonton berita super kasihan di
televisi.
“Seorang bocah SMP tega membunuh teman
sekelasnya sendiri.”
Tapi bukan
itu inti nyeseknya.
“ABG berinisial AR itu membunuh teman
sekelasnya. Diketahui motif pembunuhan tersebut adalah pertengkaran-pertengkaran
kecil mereka di kelas.”
Si AR ini
jelas super labil. Tapi bukan itu inti nyeseknya.
“AR dikenal pendiam dan pemalu, bahkan terkesan
sedikit misterius.”
Yaah...
remaja-remaja jaman sekarang memang suka sok misterius begitu kah? Tapi bukan
itu inti nyeseknya.
“Akhirnya diketahui bahwa korban, Desy, ternyata
menaruh hati pada pelaku.”
Nah ini dia,
kawan! INI DIA! Aku melongo habis-habisan waktu mendengar yang satu ini.
Mendadak soto yang sedang kumakan untuk sarapan terasa tak nikmat lagi. Aku
yang sama sekali tidak mengenal siapa itu Desy akhirnya mulai merasa ikut
berduka.
Jatuh cinta
itu sakit. Sayangnya Desy tidak pernah menyadari itu sebelum semuanya
terlambat.
Tapi yang
aku begitu penasaran; bagaimana perasaan AR ketika ia tahu bahwa Desy menaruh hati padanya? Bagaimana perasaan
Desy ketika ia tahu AR tak pernah merasakan hal yang sama?
Jatuh cinta
itu sakit, lagi. Dan akan menjadi lebih sakit kalau pecinta dan yang dicinta
tidak tahu kenyataan sebenarnya.
Seperti aku
dan lelaki yang satu ini. Lelaki yang berhasil menjungkir balikkan mood-ku kapanpun ia mau. Lelaki yang
sejahat apapun tetap kurindu.
Lelaki sial
ini bernama Ganesha.
***
Subscribe to:
Comments (Atom)