Ini bukan soal
aku, kamu, atau bahkan kita
Maka mari tengok
plumeria berjatuhan
Saat angin
menghapus jejak yang pernah kita bekaskan pada jalanan tanpa aspal,
Ayo tengok
plumeria berjatuhan
Kemudian sayup
percik air membasahi tanah pucat dambaan kita,
Coba tengok
plumeria berjatuhan
Atau ketika
detik jam tak sampai di telinga kita,
Amati plumeria
berjatuhan
Lihat warna
indahnya berubah kecoklatan
Lihat lelah yang
menggantung di kedua kantung mata kita
Putuskan
sekarang,
Apa ini waktunya
kita berpisah jalan?
Lepaskan
genggamanmu tiga detik saja dan rasakan,
Apa ini waktunya
kita mengambil masa depan?
Gelap takkan
berganti walau kamu jemput dengan filsafat
Pelan-pelan
saja, carilah pencerahan,
Apa waktu kita
habis untuk bermain ayunan?
Matahari tak mau
menerangi kaki basah kita,
Awan tak memberi
kita banyak pilihan,
Bumi tak
berhenti untuk memberi kita waktu tidur panjang,
Jadi katakan padaku
sekarang
Apa ini waktunya
kita berselamat tinggal?
***
Kamu yang
berkembang laksana plumeria merah,
Lepaskan aku dan
berlarilah
Kamu yang
bertahan dalam tangkai gemuk tak kuat
Tutup matamu dan
hitung sampai tiga
Mungkin aku yang
mencoklat pertama
Salam