Ada kisah semi nyata di antara kita
Pesona yang menarikku sampai palung tanpa ujung
Kemudian hanya mengembalikanmu tanpa peluh
Ada kisah fiksi fiktif di antara kita
Mata kita pernah saling mengelabui perasaan
Pembicaraan ikuti arah angin tak beraturan
Seingatku kitalah penikmatnya
Mencandui urusan bukan urusan
Tertawa ironis di tengah hiruk pikuk tawa buatan
Seingatku kitalah sejolinya
Bergandengan tangan ratusan meter tanah terpisah
Tak gentar pula aku mempertahankan yang tak ada
Seingatku kamulah tokoh utama
Seingatku kamulah berjuta warna
Seingatku kamulah yang selalu terpatri di dada
Sampai akhirnya aku mulai berpikir
Bahwa mungkin aku amnesia