Malam harinya, di puing-puing penginapan
Pioneer.
Aku meringkuk
terdiam, menghindari sorotan cahaya. Samar-samar kudengar langkah seseorang.
Sasaranku
datang.
“O, orang itu
kan…”
“Sssh!” aku
member Noor isyarat untuk tenang. Tanpa peneranganpun aku tahu Noor sekaget
apa.
“Apa benar dia
pelakunya?” bisik Noor pelan.
“Kalau
dugaanku benar bahwa dia mencari itu,
berarti memang dia pelakunya.”
Noor tidak
berkomentar lagi. Aku memicingkan mata untuk melihat lebih jelas apa yang orang
itu lakukan.
Orang itu mengambil
sesuatu. Sesuatu yang sesuai dugaanku.
Ampul.
“Well, kita
selesaikan saja sekarang.” Aku keluar dari tempat persembunyianku, “sepertinya
kau salah ambil ampul, Tuan Tabib.”
Garis wajah
tabib itu langsung kaku, “apa yang kau lakukan di sini?”
“Mencari bukti
bahwa kau pelakunya,” tiba-tiba saja amarahku bergejolak, “kau yang membakar
penginapan ini kan?
***