Sunday, 12 August 2012

The Tale of Hoam Kingdom - 8. Goodbye is The Real Pain


Malam harinya, di puing-puing penginapan Pioneer.
Aku meringkuk terdiam, menghindari sorotan cahaya. Samar-samar kudengar langkah seseorang.
Sasaranku datang.
“O, orang itu kan…”
“Sssh!” aku member Noor isyarat untuk tenang. Tanpa peneranganpun aku tahu Noor sekaget apa.
“Apa benar dia pelakunya?” bisik Noor pelan.
“Kalau dugaanku benar bahwa dia mencari itu, berarti memang dia pelakunya.”
Noor tidak berkomentar lagi. Aku memicingkan mata untuk melihat lebih jelas apa yang orang itu lakukan.
Orang itu mengambil sesuatu. Sesuatu yang sesuai dugaanku. Ampul.
“Well, kita selesaikan saja sekarang.” Aku keluar dari tempat persembunyianku, “sepertinya kau salah ambil ampul, Tuan Tabib.”
Garis wajah tabib itu langsung kaku, “apa yang kau lakukan di sini?”
“Mencari bukti bahwa kau pelakunya,” tiba-tiba saja amarahku bergejolak, “kau yang membakar penginapan ini kan?
***

The Tale of Hoam Kingdom - 7. Detecting


Aku mencium bau sesuatu yang tajam. Semacam minyak. Mataku meragu untuk kembali terbuka.
“Kezia?” aku mengenali suara ini. Noor, “kau baik-baik saja?”
“Hmm?” pandanganku mulai jelas. Noor, Laras, si Kembar Tiga…
Deden mana?
“Deden selamat kok.” Noor menjawab pertanyaan yang bermunculan di otakku.
Mataku melebar.
***
Free Mustache Blue - Pointer Cursors at www.totallyfreecursors.com