Kadang-kadang saya
merasa menjadi yang tertolak di dunia saya sendiri
Hari ini saya duduk di tengah hingar-bingar manusia
Padahal saya sendirian, absolut.
Saya tidak punya
jalan kembali, karena tempat saya ‘kembali’ memang tidak pernah saya masuki
Saya hanya berjalan, sendirian, dan tidak ada yang berusaha
menghentikan langkah saya
Mau tidak mau saya harus terbiasa bukan?
Mendapatkan rasa sakit yang lebih daripada orang lain, sejujurnya
saya tidak berniat begitu
Tapi percayalah,
dunia tidak pernah memihak, sayang
Dunia itu buta, percayalah.
Pernah melihat orang yang berusaha keras namun gagal?
Pernah melihat orang yang tanpa banyak kerja namun tetap
bergelimang uang?
Itu karena bumi ini tidak tahu mana yang seharusnya gagal dan seharusnya berhasil
Akhirnya semua orang
di dunia ini berada pada satu paradigma
Lamat-lamat mereka akan sadar bahwa percuma mereka hidup,
Jika mereka tidak berada di pihak bumi.
Jika mereka tidak disayangi Si Pemilik Bumi.
Ngomong-ngomong,
mengapa saya begitu sendirian?
Jangan-jangan Si Pemilik Bumi belum mau menyentuh kehidupan
saya
Jangan-jangan Si Pemilik Bumi masih sibuk dengan jutaan
manusia lainnya
Saya tidak tersentuh oleh Dia, sungguh...
Kadang-kadang, saya
bosan sendirian
Hai, Pemilik Bumi, mau menemani saya jalan-jalan?
No comments:
Post a Comment