Kata mereka, mencintaimu adalah suatu kesalahan. Tapi lebih
bersalah mana, mencintai orang yang salah atau menyalahkan orang yang
mencintai?
Karena terkadang, kebenaran itu mulai tabu.
Mereka berkata aku buta karena mencintaimu; tapi aku berkata
pada mereka kalau merekalah yang salah menilaimu.
Mungkin karena silaumu membutakanku.
Atau mungkin karena mereka benar-benar salah menilaimu.
***
Seperti lagu, baik itu relatif. Ya, mungkin ini jawaban yang
paling tepat.
Aku mencintaimu karena kau membutakanku dengan pesonamu,
menutupiku tentang burukmu.
Salahkah?
***
Seperti lagu, baik itu tergantung dari sudut pandang. Ini juga
jawaban yang lumayan.
Aku melihatmu, aku melihat matamu, aku temukan damai di
sana. Tapi aku belum melihat dari sisi yang sama dengan mereka; yang berkata
bahwa kau bukan untukku.
Salahkah?
***
Seperti lagu, baik itu sulit.
Aku tak bisa memaksamu jadi sempurna. Sama seperti kau yang
menekanku bahwa denganku yang seperti inipun kau baik-baik saja.
Mungkin kita harus lebih saling memahami.
Atau mungkin mereka yang harus mengenalmu lebih jauh.
Atau mungkin aku yang harus mengenalmu lebih jauh.
***
Beri satu alasan jelas mengapa aku tidak boleh mencintaimu. Aku
tidak akan lagi mencintaimu.
***
Tuhan, beri aku satu jam saja untuk mengenalnya tanpa atas
nama perasaan. Tunjukkan padaku satu saja mengapa mereka menganggapku salah.
Aku akan berhenti kalau aku cukup punya alasan.
Karena cinta bukan hanya dari sisi baik saja. Kan?
No comments:
Post a Comment