Monday, 24 November 2014

Kau berhenti mencariku sejak lama, sayang.
Tetapi pernahkah kau melihatku berhenti menanti?
Aku tetap di sini. Mungkin waktu berjalan cepat tapi tak kuikuti.
Aku punya sejuta alasan untuk meninggalkanmu, sayang.
Tetapi hatiku ingin bertahan.

Ranjang ini terasa luas tanpamu, sayang.
Aku tetap mengenakan parfum favoritmu, berharap engkau pulang.
Menghirupku seperti biasa yang kau lakukan setiap malam
Membuatku merasa spesial
Tak ada yang lebih hangat dibanding tubuh kita yang beradu, sayang
Namun kini ku dengar jam yang berdetak ringan, sendirian, kedinginan.

Masa depan kita tak pernah terang, sayang.
Tetapi kau berkata kita kan menerjang gelap itu bersama
Hitam putih serasa pelangi ketika kita saling menggenggam tangan
Jari-jariku terasa kurang ketika tiap selanya tak kau isi hangat
Seperti sekarang
Aku hanya menatap ke depan, kosong tanpa harapan
Karena aku tidak ingin masa depan jika itu bukan denganmu, sayang

Kau remukkan setiap sel logika dalam otakku
Lalu pergi tanpa ingatkan ku kapan pulang
Sayang,
Kau berkata kita kan berjalan bersama
Lalu kau biarkanku berjalan sendirian
Kau berkata kita kan bernafas bersama
Lalu kau biarkanku mengisi udara sendirian
Kau berkata apa yang kulihat akan kau lihat
Tahukah kau apa yang kulihat sekarang?
Tidak ada.
Aku memilih untuk tidak melihat apa-apa.
Karena ku ingin yang kita lihat sama.

#nowplaying The Heart Wants What It Wants - Selena Gomez

Monday, 17 November 2014

You Can Call It As Goodbye, High School Diaries

Hello! This is me, El.
Oke, sudah lama sekali aku tidak mengetik apapun untuk blog ini. It’s not like I want to, I swear. But reality comes first, right?
And I let you skip my important moment after my high school era, lol. Yup. I, El, am a college student now. I’m not entering my college-wannabe since I’m on high school, though.
Aku sekarang mahasiswi salah satu sekolah kedinasan bergengsi di Indonesia. Darn it, why is this so cheesy? Menurutku sih semua kampus sama saja. Bedanya, di sini aku mendapat tunjangan ikatan dinas (haha).
And once again, it’s not like I want to, to be very honest.
I was happy back then, of course. But now I don’t think I can follow the flow here. Too much pressure—example, ancaman drop out bagi mahasiswa tingkat I (me) tiap semester. Dan telat sekali aku menyadari bahwa seharusnya aku tidak berada di sini. Seharusnya aku di kampus normal, sedang membaca novel Shakespeare dengan versi Inggris tulen, menganalisis isinya, lalu empat tahun kemudian aku menjadi penulis, atau penerjemah, seperti yang selalu aku bayangkan sejak aku SMP.
Fuck. I want to cry.
Ok, inti dari post ini adalah…. Aku tidak akan menulis High School Diaries lagi. College Diaries? I don’t know, I don’t think I can write my (sad) story on my way to be government ‘slave’ (kinda).
Aku bahkan lupa bagaimana cara menulis super galau seperti yang biasanya kulakukan di blog ini.
Blog ini akan deactive? Maybe not. Sepertinya aku masih butuh diary (haha). Tapi… lihat saja kelanjutannya. Aku tidak ingin memperusuh blogger sebenarnya, ha.
Doakan aku bisa bertahan di sekolah ini, oke?

Love.
Free Mustache Blue - Pointer Cursors at www.totallyfreecursors.com